Minggu, 01 November 2015

Media Komunikasi dan Strategi Komunikasi



Pengertian media komunikasi dan fungsinya
 
Komunikasi adalah suatu proses yang menyangkut hubungan antara manusia dengan lingkungan disekitarnya. Tanpa komunikasi manusia akan terpisah dari lingkungannya. Tapi tanpa lingkungan komunikasi akan menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain manusia berkomunikasi sebab perlu mengadakan hubungan dengan lingkungan. Ketika Dalam berkomunikasi, manusia tentunya memerlukan media komunikasi.Pengertian media komunikasi adalah semua sarana yang dipakai untuk memproduksi, mereproduksi, mendistribusikan ataupun menyebarkan dan juga menyampaikan Informasi.
Media komunikasi sangat berperan di dalam kehidupan masyarakat. Proses pengiriman informasi di zaman yang serba modern ini sangat canggih. Teknologi telekomunikasi paling dicari oleh semua orang, untuk menyampaikan atau mengirimkan informasi ataupun berita sebab teknologi telekomunikasi semakin berkembang, semakin cepat, akurat, tepat, mudah, murah, efektif serta efisien. Berbagi informasi antar negara dan benua di belahan dunia manapun semakin sekarang semakin mudah.

Fungsi media komunikasi, meliputi:
  • Efektifitas – dengan adanya media komunikasi akan mempermudah kelancaran dalam penyampaian informasi.
  • Efisiensi – dengan menggunakan media komunikasi akan mempercepat penyampaian informasi.
  • Konkrit – dengan memakai media komunikasi akan membantu mempercepat isi pesan yang memiliki sifat abstrak.
  • Motivatif – dengan menggunakan media komunikasi akan lebih semangat melakukan komunikasi.
Jenis-jenis media komunikasi, berdasarkan fungsinya sebagaimana di bawah ini:
  • Fungsi produksi – media komunikasi yang berguna untuk menghasilkan berbagai macam informasi, Misalnya: PC/Komputer pengolah kata (Word Processor).
  • Fungsi reproduksi – media komunikasi yang berguna untuk memproduksi ulang dan menggandakan informasi, Misalnya: Audio tapes recorder serta Video tapes.
  • Fungsi Penyampaian informasi – media komunikasi yang berfungsi untuk komunikasi yang digunakan untuk menyebarluaskan serta menyampaikan pesan kepada komunikan yang menjadi sasarannya, Misalnya: Hand phone, Telephone, Faximile, dsb.
Media komunikasi berdasarkan bentuknya, antara lain di bawah ini:
  • Media cetak adalah berbagai macam barang yang di cetak, yang dimana dapat digunakan sebagai sarana penyampaian pesan informasi, seperti contohnya: surat kabar/koran, brosur, bulletin dsb.
  • Media Audio adalah penerimaan informasi yang tersampaikan dengan menggunakan indra pendengaran, seperti contohnya: Radio dsb.
  • Media visual (media yang di pandang) adalah penerimaan pesan informasi yang tersampaikan menggunakan indra penglihatan, misalnya: TV, foto dsb.
  • Media audio visual adalah suatu media komunikasi yang dapat dilihat sekaligus didengar, jadi untuk mengakses pesan informasi yang disampaikan, digunakan indra penglihatan dan indra pendengaran, seperti contohnya : Televisi, video dsb
Berdasarkan jangkauannya, diantaranya meliputi:

Media komunikasi eksternal adalah suatu media komunikasi yang digunakan untuk menjalin hubungan dan menyampaikan pesan informasi dengan pihak-pihak luar. Seperti contohnya:
  • Media komunikasi tercetak atau tertulis dimaksudkan untuk menjangkau publik eksternal seperti konsumen, pelanggan, mitra kerja, pemagang saham dan sebagainya. Misalnya seperti makalah perusahaan, brosur, bulletin. Media eksternal yang dicetak ini memiliki fungsi sebagai media penghubung, sebagai sarana menyampaikan keterangan, media pendidikan, sarana untuk membentuk opini masyarakat, sarana untuk membangun citra, dll.
  • Radio yaitu alat elektronik yang dapat digunakan sebagai media komunikasi serta informasi yang termasuk media audio yang hanya dapat memberikan rangsangan pendengaran saja. Melalui alat ini orang bisa mendengarkan siaran tentang berbagai peristiwa tang terjadi, kejadian penting yang terbaru, masalah-masalah dalam kehidupan maupun acara hiburan.
  • TV/Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi sendiri berasal dari kata tele dan kata vision, yang memiliki arti jauh (tele) serta tampak (vision). Jadi televisi dapat di artikan tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Untuk menyampaikan pesan informasi kepada masyarakat melalui siaran televisi dapat dipakai dengan memasang iklan, mengundang wartawan ataupun reporter televisi supaya memuat berita tentang kegiatan atau dapat pula mengajukan permohonan untuk mengisi suatu acara siaran di TV.
  • Telepon yaitu sebagai media komunikasi, telepon sangatlah penting untuk menyampaikan serta menerima berbagai informasi lisan, secara cepat dengan pihak publik eksternal.
  • Telephone Seluler (Handphone) yaitu merupakan salah satu dari perkembangan teknologi dengan kecanggihan teknologi zaman ini, fungsi handphone tidak hanya sebagai alat komunikasi saja tetapi juga dapat mengakses jaringan internet, sms, mms dan dapat saling mengirimkan data. Dengan semakin berkembangnya teknologi handphone, maka akan semakin membantu publik dalam melakukan berbagai aktivitas, sebab sekarang handphone dapat dikatakan sebagai identitas seseorang.
  • Surat adalah media penyampaian informasi secara tertulis, dapat berupa surat konvensional maupun elektronik. Surat-menyurat merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting diperusahaan. Banyak sekali informasi yang keluar masuk perusahaan melalui media ini, sebab surat merupakan media komunikasi yang sangat efektif jika yang terkait tidak dapat berhubungan secara langsung atau secara lisan.
  • Internet adalah Jaringan komputer yang terhubung secara luas dan tersebar di seluruh penjuru dunia. Jaringan ini meliputi jutaan komputer yang saling terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon ( baik kabel maupun wirelles/tanpa kabel). Fungsi media ini diantaranya mudah, cepat dan juga murah dalammenyampaikan informasi dengan jangkauan dunia. Internet menyediakan beberapa aplikasi yang bisa dipakai oleh para peggunanya. Misal seperti: Chatting, Email, web, dll.
Media komunikasi internal adalah semua sarana penyampaian dan juga penerimaan pesan informasi dikalangan publik internal, dan biasanya bersifat non-komersial. Penerima maupun pengirim informasi yaitu orang-orang publik internal. Media yang dapat digunakan secara internal antara lain, seperti: Surat, telephone, papan pengumuman, house jurnal (Majalah Bulanan), printed Material ( Media komunikasi cetakan), media Pertemuan dan pembicaraan, dll.




STRATEGI KOMUNIKASI

Strategi komunikasi pada hakekatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai satu tujuan. Untuk mencapai tujuan tersebut, strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. Strategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan komunikasi dan manajemen komunikasi untuk mencapai suatu tujuan (Effendy,2003:301).

Seperti halnya dengan strategi dalam bidang apapun, strategi komunikasi harus didukung oleh teori, karena teori merupakan pengetahuan berdasarkan pengalaman yang sudah diuji kebenarannya. Harold D. Lasswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan kegiatan komunikasi ialah menjawab pertanyaan ”Who Says What Which Channel To Whom With What Effect?”
Untuk mantapnya strategi komunikasi, maka segala sesuatunya harus dipertautkan dengan komponen-komponen yang merupakan jawaban terhadap pertanyaan dalam rumus Lasswell tersebut;
Who? (Siapakah komunikatornya)
Says what? (pesan apa yang dinyatakannya)
In which channel? (media apa yang digunakannya)
To whom? (siapa komunikannya)
With what effect? (efek apa yang diharapkan)


Quinn(1992) dalam buku kampanye PR kiat dan strategi edisi revisi(Ruslan,2002:90-91) menyatakan agar suatu strategi dapat efektif dilaksanakan dalam sebauh program, maka ia harus mencakup beberapa hal:
1. Objektif yg jelas dan menentukan semua ikhtiar diarahkan untuk mencapai pemahaman yang jelas, menentukan dan bisa mencapai keseluruhan tujuan. Tujuan tersebut tidak perlu dibuat secara tertulis namun yang penting bisa dipahami dan menentukan.
2. Memelihara inisiatif.strategi inisiatif menjaga kebebasan bertindak dan memperkaya omitmen. Strategi mesti menentukan langkah dan menetapkan tindakan terhadap peristiwa, bukannya bereaksi terhadap satu peristiwa.
3. Konsentrasi, dengan memusatkan kekuatan yang besar untuk waktu dan tempat yang menentukan.
4. Fleksibilitas.strategi hendaknya diniatkan untuk dilengkapi penyanggad an dimensi untuk fleksibilitas dan maneuver.
5. Kepemimpinan yang memilki komitmen dan terkoordinasi. Strategi hendaknya memberikan kepemimpinan yang memiliki komitmen dan tanggung jawab terhadap pencapaian tujuan pokok.
6. Kejujuran. Strategi itu hendaknya dipersiapkan untuk memanfaatkan kerahasiaan dan kecerdasan untuk menyerang lawan pada saat yang tidak terduga.
7. Keamanan. Strategi itu mesti mengamankan seluruh organisasi dan semua operasi penting organisasi.


R Wayne Pace, Brent D. Peterson, danM. Dallas Burnett dalam bukunya Techniques for effective communication, menyatakan bahwa tujuan sentral dari kegiatan komunikasi terdiri atas tiga tujuan utama, yaitu:
To secure understanding(komunikan mengerti akan pesan yang diterimanya)
To establish acceptance(penerimaan pesan oleh komunikan itu kemudian dibina)
To motivate action(kegiatan dimotivasikan)


Komunikasi adalah proses yang rumit. Dalam rangka menysun strategi komunikasi diperlukan suatu pemikiran dengan memperhitungkan faktor-faktor pendukung dan penghambat. Akan lebih baik apabila dalam strategi itu diperhatikan komponen-komponen komunikasi dan factor pendukung/ penghambat pada setiap komponen tersebut (Effendy,2003:35).
– Mengenali sasaran komunikasi
Kerangka referensi
Factor situasi dan kondisi
– Pemilihan media komunikasi
– Pengkajian tujuan pesan komunikasi
– Peranan komunikator dalam komunikasi
Daya tarik sumber
Kredibilitas sumber


Jumat, 11 September 2015

Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam.

 
Teori-teori komunikasi massa
 
a.Formula Lasswell

Ungkapan Lasswell yang terkenal adalah “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect” (Siapa Berkata Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa).


b. Pendekatan Transmisional

Pendekatan Transmisional dipelopori oleh Shannon dan Weaver. Keduanya menjelaskan dalam proses penyampaian pesan dari komunikator dengan tujuan informasi, edukasi dan rekreasi terdapat gangguan (noise).

 
c. Pendekatan Psikologi Sosial

Teori ini menjelaskan bahwa informasi mengenai suatu peristiwa dicari dari, atau didapat oleh, anggota masyarakat dengan mengacu pada pengalaman pribadi, sumber dari                                                                         kalangan elite, media massa, atau kombinasi ketiganya.        

d. Stimulus-Respons

Dasar pemikiran teori ini adalah gambaran suatu masyarakat modern yang merupakan agrgasi dari individu-individu yang relative terisolasi (atomized) yang bertindak berdasarkan kepentingan pribadinya, yang tidak terlalu terpengaruh oleh kendala dan ikatan social. 
e. Komunikasi Dua Tahap dan Pengaruh Antarpribadi

Model komunikasi dua tahap yang dikemukakan Paul menyebutkan seringkali informasi mengalir dari radio dan surat kabar kepada para pendapat, dan dari merka kepada orang-orang lain yang kurang aktif dari masyarakat.

f. Divusi inovasi

Evereet M. Rogers dan Flyod G. Shoemaker (1973) menyebutkan empat tahap dalam proses difusi inovasi.

   Pengetahuan

   Persuasi         

   Keputusan      

   Konfirmasi    
 AUDIENS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KOMMUNIKASI MASSA 
Pendekatan Teori Uses Dan Gratifications 
Katz (1974) menggambarkan logika yang mendasari penelitian mengenai media uses andgratificatios sebagai berikut. 
Kondisi social psikologi seseorang akan menyebabkan adanya
 kebutuhan yang menciptakan
harapan-harapan terhadap
media massa/sumber lain, yang membawa kepada
perbedaan pola penggunaan media (keterlibatan dalam aktivitas lainnya) yang akhirnya akan menghasilkan
pemenuhan kebutuhan dan
konsekuensi lainnya, termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya.
Pendekatan Teori Uses And Effect
Konsep “use”  (penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting  atau pokok dari peikiran Sven Windahl (1979) ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media dan penyebabnya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa.

 
  Teori Information Seeking

Donohew dan Tipton (1973) menyebutkan teori ini menjelaskan tentang pencarian, dan pemprosesan informasi, disebut akar psikologi social tentang kesesuaian sikap. Salah satu asumsi utamanya yaitu bahwa orang cenderung untuk menghindari informasi yang tidak sesuai dengan “image of reality-nyakarena terasa membahayakan.

Konsep image mengacu pada pengalaman yang diperoleh sepanjang hidup seseorang dan terdiri dari berbagai tujuan, keyakina, dan pengetahuan yang telah diperolehnyaImage terdiri dari konsep diri sesorang temasuk evaluasinya terhadap kemampuan dirinya dalam mengatasi berbagai situasi. “image of realityterdiri dari suatu perangkat penggunaan informasi yang mengatur perilaku seseorang dalam mencari dan memproses informasi
komunikasi publik 


Komunikasi publik adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang yang berada dalam sebuah organisasi atau yang di luar organisasi, secara tatap muka atau melalui media. Komunikasi publik lebih luas daripada komunikasi massa
 
D.    Tipe Komunikasi Publik dalam Organisasi

1.      Persentasi Orientasi

2.      Persentasi untuk Latihan Pekerjaan Tertentu

3.      Laporan Status

4.      Laporan Kepada Dewan Pengurus
komunikasi organisasi
 

Komunikasi organisasi adalah pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) berbagai pesan organisasi di dalam kelompok di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi.
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
 
Fungsi informatif
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu
 
Fungsi regulatif
 Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu: a. Berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam tataran manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan , b. Berkaitan dengan pesan
 
Fungsi persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
 
Fungsi intergratif

Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi yang dapat mewujudkan hal tersebut, yaitu: a. Saluran komunikasi formal. b. Saluran komunikasi informal
    KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
 

Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya dua orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung
 
Faktor-faktor pengaruh

1. Persepsi interpersonal

Persepsi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang(komunikan), yang berupa pesan verbal dan nonverbal.

2. Konsep diri

Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita.

3. Atraksi interpersonal

Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang.

4. Hubungan interpersonal

Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang dengan orang lain.

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
 
PRINSIP- PRINSIP KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

1.      Relativitas Bahasa

2.      Bahasa sebagai cermin budaya

3.      Mengurangi Ketidakpastian

4.      kesadaran diri dan perbedaan antar budaya

5.       Interaksi awal dan perbedaan antar budaya

6.      Memaksimalkan hasil interaksi 
 
FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

1.  Fungsi Pribadi

•  Menyatakan Identitas Sosial 

•  Menyatakan intergrasi social

  Menambah pengetahuan


2Fungsi Sosial

•  Pengawasan

•  Menjembatani

•  Sosialisasi Nilai

•  Menghibur

KOMUNIKASI KELOMPOK
 
Komunikasi kelompok adalah proses komunikasi yang berlangsung antara 3 orang atau lebih secara tatap muka di mana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lain.
 
Klarifikasi kelompok:
Kelompok primer dan sekunder.
Kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
 
Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.

Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
 

Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif

Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok.