Jumat, 11 September 2015

Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam.

 
Teori-teori komunikasi massa
 
a.Formula Lasswell

Ungkapan Lasswell yang terkenal adalah “Who Says What In Which Channel To Whom With What Effect” (Siapa Berkata Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa).


b. Pendekatan Transmisional

Pendekatan Transmisional dipelopori oleh Shannon dan Weaver. Keduanya menjelaskan dalam proses penyampaian pesan dari komunikator dengan tujuan informasi, edukasi dan rekreasi terdapat gangguan (noise).

 
c. Pendekatan Psikologi Sosial

Teori ini menjelaskan bahwa informasi mengenai suatu peristiwa dicari dari, atau didapat oleh, anggota masyarakat dengan mengacu pada pengalaman pribadi, sumber dari                                                                         kalangan elite, media massa, atau kombinasi ketiganya.        

d. Stimulus-Respons

Dasar pemikiran teori ini adalah gambaran suatu masyarakat modern yang merupakan agrgasi dari individu-individu yang relative terisolasi (atomized) yang bertindak berdasarkan kepentingan pribadinya, yang tidak terlalu terpengaruh oleh kendala dan ikatan social. 
e. Komunikasi Dua Tahap dan Pengaruh Antarpribadi

Model komunikasi dua tahap yang dikemukakan Paul menyebutkan seringkali informasi mengalir dari radio dan surat kabar kepada para pendapat, dan dari merka kepada orang-orang lain yang kurang aktif dari masyarakat.

f. Divusi inovasi

Evereet M. Rogers dan Flyod G. Shoemaker (1973) menyebutkan empat tahap dalam proses difusi inovasi.

   Pengetahuan

   Persuasi         

   Keputusan      

   Konfirmasi    
 AUDIENS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KOMMUNIKASI MASSA 
Pendekatan Teori Uses Dan Gratifications 
Katz (1974) menggambarkan logika yang mendasari penelitian mengenai media uses andgratificatios sebagai berikut. 
Kondisi social psikologi seseorang akan menyebabkan adanya
 kebutuhan yang menciptakan
harapan-harapan terhadap
media massa/sumber lain, yang membawa kepada
perbedaan pola penggunaan media (keterlibatan dalam aktivitas lainnya) yang akhirnya akan menghasilkan
pemenuhan kebutuhan dan
konsekuensi lainnya, termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya.
Pendekatan Teori Uses And Effect
Konsep “use”  (penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting  atau pokok dari peikiran Sven Windahl (1979) ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media dan penyebabnya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu proses komunikasi massa.

 
  Teori Information Seeking

Donohew dan Tipton (1973) menyebutkan teori ini menjelaskan tentang pencarian, dan pemprosesan informasi, disebut akar psikologi social tentang kesesuaian sikap. Salah satu asumsi utamanya yaitu bahwa orang cenderung untuk menghindari informasi yang tidak sesuai dengan “image of reality-nyakarena terasa membahayakan.

Konsep image mengacu pada pengalaman yang diperoleh sepanjang hidup seseorang dan terdiri dari berbagai tujuan, keyakina, dan pengetahuan yang telah diperolehnyaImage terdiri dari konsep diri sesorang temasuk evaluasinya terhadap kemampuan dirinya dalam mengatasi berbagai situasi. “image of realityterdiri dari suatu perangkat penggunaan informasi yang mengatur perilaku seseorang dalam mencari dan memproses informasi
komunikasi publik 


Komunikasi publik adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang yang berada dalam sebuah organisasi atau yang di luar organisasi, secara tatap muka atau melalui media. Komunikasi publik lebih luas daripada komunikasi massa
 
D.    Tipe Komunikasi Publik dalam Organisasi

1.      Persentasi Orientasi

2.      Persentasi untuk Latihan Pekerjaan Tertentu

3.      Laporan Status

4.      Laporan Kepada Dewan Pengurus
komunikasi organisasi
 

Komunikasi organisasi adalah pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) berbagai pesan organisasi di dalam kelompok di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi.
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
 
Fungsi informatif
Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu
 
Fungsi regulatif
 Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu: a. Berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam tataran manajemen, yaitu mereka yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan , b. Berkaitan dengan pesan
 
Fungsi persuasif
Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
 
Fungsi intergratif

Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi yang dapat mewujudkan hal tersebut, yaitu: a. Saluran komunikasi formal. b. Saluran komunikasi informal
    KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
 

Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik yang melibatkan hanya dua orang secara tatap-muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung
 
Faktor-faktor pengaruh

1. Persepsi interpersonal

Persepsi interpersonal adalah memberikan makna terhadap stimuli inderawi yang berasal dari seseorang(komunikan), yang berupa pesan verbal dan nonverbal.

2. Konsep diri

Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita.

3. Atraksi interpersonal

Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang.

4. Hubungan interpersonal

Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang dengan orang lain.

KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
 
PRINSIP- PRINSIP KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

1.      Relativitas Bahasa

2.      Bahasa sebagai cermin budaya

3.      Mengurangi Ketidakpastian

4.      kesadaran diri dan perbedaan antar budaya

5.       Interaksi awal dan perbedaan antar budaya

6.      Memaksimalkan hasil interaksi 
 
FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA

1.  Fungsi Pribadi

•  Menyatakan Identitas Sosial 

•  Menyatakan intergrasi social

  Menambah pengetahuan


2Fungsi Sosial

•  Pengawasan

•  Menjembatani

•  Sosialisasi Nilai

•  Menghibur

KOMUNIKASI KELOMPOK
 
Komunikasi kelompok adalah proses komunikasi yang berlangsung antara 3 orang atau lebih secara tatap muka di mana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama lain.
 
Klarifikasi kelompok:
Kelompok primer dan sekunder.
Kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab, personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak personal, dan tidak menyentuh hati kita.
 
Kelompok keanggotaan dan kelompok rujukan.

Kelompok keanggotaan adalah kelompok yang anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu. Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur (standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
 

Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif

Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar