Komunikasi massa adalah proses dimana organisasi media membuat dan menyebarkan pesan kepada khalayak banyak (publik). Organisasi - organisasi media ini akan menyebarluaskan pesan-pesan yang akan memengaruhi dan mencerminkan kebudayaan suatu masyarakat, lalu informasi ini akan mereka hadirkan serentak pada khalayak luas yang beragam.
Teori-teori komunikasi massa
a.Formula
Lasswell
Ungkapan Lasswell yang terkenal adalah “Who Says What In Which Channel To Whom
With What Effect” (Siapa Berkata Apa Melalui Saluran Apa Kepada Siapa Dengan Efek Apa).
b. Pendekatan Transmisional
Pendekatan Transmisional dipelopori oleh
Shannon dan
Weaver. Keduanya menjelaskan dalam
proses penyampaian pesan dari komunikator dengan tujuan informasi, edukasi dan rekreasi terdapat gangguan
(noise).
c. Pendekatan Psikologi Sosial
Teori ini menjelaskan bahwa informasi mengenai suatu peristiwa dicari dari, atau didapat oleh, anggota masyarakat dengan mengacu pada pengalaman pribadi, sumber dari
kalangan
elite, media massa, atau kombinasi ketiganya.
d. Stimulus-Respons
Dasar pemikiran teori ini adalah gambaran suatu masyarakat modern yang merupakan agrgasi dari individu-individu
yang relative terisolasi
(atomized) yang bertindak berdasarkan kepentingan pribadinya,
yang tidak terlalu terpengaruh oleh kendala dan ikatan
social.
e. Komunikasi Dua Tahap dan Pengaruh Antarpribadi
Model komunikasi dua tahap yang dikemukakan Paul menyebutkan seringkali informasi mengalir dari radio dan surat kabar kepada para pendapat, dan dari merka kepada orang-orang lain yang kurang aktif dari masyarakat.
f. Divusi inovasi
Evereet M. Rogers dan Flyod G. Shoemaker (1973) menyebutkan empat tahap dalam
proses difusi inovasi.
• Pengetahuan
• Persuasi
• Keputusan
• Konfirmasi
AUDIENS DAN PENGARUHNYA TERHADAP KOMMUNIKASI MASSA
•Pendekatan
Teori
Uses Dan Gratifications
•Katz (1974) menggambarkan logika
yang mendasari penelitian mengenai
media uses
andgratificatios sebagai berikut.
•Kondisi social psikologi seseorang akan menyebabkan adanya
kebutuhan yang menciptakan
•harapan-harapan terhadap
•media massa/sumber lain, yang membawa kepada
•perbedaan pola penggunaan media (keterlibatan dalam aktivitas lainnya) yang
akhirnya akan menghasilkan
•pemenuhan kebutuhan dan
•konsekuensi lainnya, termasuk yang tidak diharapkan sebelumnya.
•Pendekatan
Teori
Uses And Effect
•Konsep “use” (penggunaan) merupakan bagian
yang sangat penting atau pokok dari peikiran
Sven Windahl
(1979) ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan
media dan penyebabnya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil dari suatu
proses komunikasi massa.
• Teori
Information Seeking
•Donohew dan Tipton (1973) menyebutkan teori ini menjelaskan tentang pencarian, dan pemprosesan informasi, disebut akar psikologi
social tentang kesesuaian sikap.
Salah satu asumsi utamanya yaitu bahwa
orang cenderung untuk menghindari informasi
yang tidak sesuai dengan “image
of reality-nya” karena terasa membahayakan.
•Konsep image mengacu pada pengalaman
yang diperoleh sepanjang hidup seseorang dan terdiri dari berbagai tujuan, keyakina, dan pengetahuan
yang telah diperolehnya. Image terdiri dari konsep diri sesorang temasuk evaluasinya terhadap kemampuan dirinya dalam mengatasi berbagai situasi. “image
of reality” terdiri dari suatu perangkat penggunaan informasi
yang mengatur perilaku seseorang dalam mencari dan memproses informasi.
komunikasi publik
•Komunikasi publik adalah pertukaran pesan dengan sejumlah orang yang berada dalam sebuah organisasi atau
yang di luar organisasi, secara tatap muka atau melalui
media. Komunikasi publik lebih luas daripada komunikasi massa.
•D. Tipe
Komunikasi
Publik
dalam
Organisasi
•1. Persentasi
Orientasi
•2. Persentasi
untuk
Latihan
Pekerjaan
Tertentu
•3. Laporan
Status
•4. Laporan
Kepada
Dewan
Pengurus
komunikasi organisasi
•Komunikasi organisasi adalah pengiriman (sending) dan penerimaan (receiving) berbagai pesan organisasi di
dalam kelompok di
dalam kelompok
formal maupun
informal dari suatu organisasi.
Fungsi Komunikasi dalam Organisasi
•Fungsi informatif
•Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu.
•Fungsi regulatif
• Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan
yang berlaku dalam suatu organisasi. Terdapat dua hal
yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu:
a. Berkaitan dengan
orang-orang yang berada dalam tataran manajemen, yaitu mereka
yang memiliki kewenangan untuk mengendalikan semua informasi
yang disampaikan , b. Berkaitan dengan pesan
•Fungsi persuasif
•Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian
yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.
•Fungsi intergratif
•Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik.
Ada dua saluran komunikasi
yang dapat mewujudkan hal tersebut, yaitu:
a. Saluran komunikasi formal.
b. Saluran komunikasi
informal
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
Bentuk khusus dari komunikasi antarpribadi ini adalah komunikasi diadik
yang melibatkan hanya dua
orang secara tatap-muka,
yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi
orang lain secara langsung
Faktor-faktor pengaruh
1. Persepsi interpersonal
Persepsi interpersonal adalah memberikan makna terhadap
stimuli inderawi
yang berasal dari seseorang(komunikan),
yang berupa pesan
verbal dan
nonverbal.
2. Konsep diri
Konsep
diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita.
3. Atraksi interpersonal
Atraksi interpersonal adalah kesukaan pada
orang lain, sikap positif dan daya tarik seseorang.
4. Hubungan interpersonal
Hubungan interpersonal dapat diartikan sebagai hubungan antara seseorang dengan
orang lain.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA
•PRINSIP- PRINSIP KOMUNIKASI
ANTAR
BUDAYA
•1.
Relativitas Bahasa
•2.
Bahasa sebagai cermin budaya
•3.
Mengurangi Ketidakpastian
•4.
kesadaran diri dan perbedaan antar budaya
•5.
Interaksi awal dan perbedaan antar budaya
•6.
Memaksimalkan hasil interaksi
•FUNGSI-FUNGSI KOMUNIKASI ANTAR
BUDAYA
1. Fungsi Pribadi
• Menyatakan Identitas Sosial
• Menyatakan intergrasi social
• Menambah pengetahuan
•
2. Fungsi Sosial
• Pengawasan
• Menjembatani
• Sosialisasi Nilai
• Menghibur
KOMUNIKASI KELOMPOK
•Komunikasi kelompok adalah proses komunikasi yang berlangsung antara 3 orang atau lebih secara tatap muka di mana anggota-anggotanya saling berinteraksi satu sama
lain.
•Klarifikasi kelompok:
•Kelompok primer dan sekunder.
•Kelompok primer adalah suatu kelompok yang anggota-anggotanya berhubungan akrab,
personal, dan menyentuh hati dalam asosiasi dan kerja sama. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok
yang anggota-anggotanya berhubungan tidak akrab, tidak
personal, dan tidak menyentuh hati kita.
•Kelompok
keanggotaan dan kelompok rujukan.
•Kelompok
keanggotaan adalah kelompok yang
anggota-anggotanya secara administratif dan fisik menjadi anggota kelompok itu.
Sedangkan kelompok rujukan adalah kelompok yang digunakan sebagai alat ukur
(standard) untuk menilai diri sendiri atau untuk membentuk sikap.
•Kelompok deskriptif dan kelompok preskriptif
Kategori deskriptif menunjukkan klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alamiah. Kelompok preskriptif, mengacu pada langkah-langkah
yang harus ditempuh anggota kelompok dalam mencapai tujuan kelompok.